Saya terlahir sebagai sulung dari 5 bersaudara pada tanggal 26 Februari 1947 di Banyuwangi, atau orang banyak mengenalnya sebagai daerah masyarakat Osing di Jawa Timur. Ayah saya bernama Sumargo adalah seorang pegawai bank di Banyuwangi dan Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Seperti keluarga umumnya, sebagai anak sulung, saya dididik dengan disiplin dan bertanggung jawab agar dapat menjadi teladan bagi adik-adik saya.

Saya lulus Sekolah Rakyat tahun 1959 dan lulus SMEP tahun 1962 di Banyuwangi. Pada saat itu, generasi seusia saya belum terpikir untuk memiliki cita-cita seperti anak-anak sekarang umumnya, saya pun hanya tertarik untuk menjadi pekerja kantoran seperti ayah saya, dan mengingat beliau adalah seorang pegawai Bank maka ilmu ekonomi-akuntansi tidak asing lagi buat saya sehingga saya memilih untuk meneruskan pendidikan saya ke SMEA.

Di Banyuwangi belum ada SMEA, pada saat itu kota terdekat dengan Banyuwangi yang memiliki SMEA adalah di kota Jember maka saya meneruskan sekolah di SMEA Jember dari tahun 1963 sampai dengan tahun 1965. Setelah selesai masa pendidikan SMEA, anggota gank kami semua melamar menjadi pegawai PTP Jember kecuali saya dan satu orang teman saya yang lain, orang tua kami menghendaki kami untuk melanjutkan sekolah terlebih dahulu. Saya meneruskan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Jember (UNEJ).

Saya bersama teman satu gank saya yang melanjutkan sekolah masih tetap mencoba-coba ikut ujian masuk di lembaga pendidikan lain. Dan pada tanggal 1 Januari 1966 saya resmi diterima sebagai salah satu mahasiswa pada A3P Surabaya dan langsung diangkat sebagai pegawai bulanan di Dirjenpa dengan golongan ruang D/I dan gaji pokok Rp 512,- (lima ratus dua belas rupiah).

Alhamdulillah, masa pendidikan sarjana Institut Ilmu Keuangan Jurusan Pajak Umum akhirnya dapat saya selesaikan pada tahun 1971 pada usia 24 tahun. Bersama 5 orang lulusan lainnya. (Pak Adi Poernomo, Pak Raflis Umar (almarhum), Pak Amin Nawawi, Pak Sujono, Pak Jasin Buchari) kami dilantik di Kantor Pusat Ditjen Pajak yang saat itu masih berada di Lapangan Banteng sebagai Penata Muda/III-A.